Minggu, 11 Maret 2018

5 Tren Teknologi yang Harus Dihadapi Perusahaan

5 Tren Teknologi yang Harus Dihadapi Perusahaan

Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin pesat dan terjadi secara luas dalam berbagai bidang, tidak terkecuali bisnis. Kemajuan teknologi dapat membantu perusahaan untuk menciptakan produk dan jasa.

Namun tidak hanya itu, kemajuan teknologi juga dapat membantu perusahaan dalam mengubah cara konsumen dalam bekerja dan menjalankan kehidupan pribadi mereka. Kondisi tersebut pun mengubah cara perusahaan dalam berinteraksi dengan konsumen dan mitra bisnis.

Dalam laporan yang bertajuk Accenture Technology Vision 2018, dipaparkan 5 tren teknologi yang harus dihadapi pelaku industri untuk membangun kemitraan dan sukses di era ekonomi digital.

Pertama, Citizen AI. Menurut Technology Delivery Lead Associate Director Accenture Indonesia Indra Permana, perusahaan dapat meningkatkan penggunaan AI untuk kepentingan bisnis dan masyarakat.

"Perusahaan mengembangkan kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan konsumen dan bisnis lain," kata Indra dalam media briefing di kantor Accenture Indonesia, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Menurut Indra, berkembangnya kecerdasan buatan sejalan dengan peningkatan dampaknya pada kehidupan masyarakat.

Perusahaan dan kalangan bisnis yang ingin memanfaatkan potensi AI juga harus menyadari peningkatan kemampuan ini supaya mampu menjalankan fungsi bisnis secara bertanggung jawab.

Kedua, Extended Reality. Indra menjelaskan, dalam konteks ini adalah berakhirnya jarak dengan virtualisasi dan rekayasa tambahan.

Teknologi virtual dan augmented reality mengubah cara hidup dan pekerjaan masyarakat. Ini ditandai dengan semakin hilangnya jarak terhadap pelanggan, informasi, dan pengalaman.

Ketiga, Data Veracity atau pentingnya kepercayaan tanpa manipulasi. Untuk menjawab tantangan bisnis, perusahaan harus mampu mengaplikasikan gaya kepemimpinan dua arah untuk memaksimalkan keakuratan data dan meminimalisir ruang untuk manipulasi data.

Keempat, Frictionless Business atau mengembangkan kemitraan untuk pertumbuhan bisnis. Indra menjelaskan, untuk dapat menjadi perusahaan cerdas dan terhubung, maka perusahaan harus merancang ulang bisnis mereka agar tak terlibas kemajuan teknologi.

Terakhir, Internet of Thinking, yakni menciptakan sistem distribusi pengetahuan yang menyeluruh. Terkait hal ini, mewujudkan lingkungan pintar ke dalam kehidupan sehari-hari tak hanya membutuhkan keterampilan khusus dan kualitas tenaga kerja yang mumpuni, namun juga modernisasi infrastruktur teknologi perusahaan.

Dalam hal ini, Accentrure melakukan survei di 25 negara dan 18 industri terhadap 6.300 orang responden. Adapun profil responden adalah eksekutif di bidang bisnis dan teknologi.

Selain itu, Accenture juga melakukan wawancara terhadap 100 orang CEO global untuk mengetahui visi-visi mereka terkait teknologi yang akan mereka terapkan. Dalam survei ini, sebanyak lebih dari 200 eksekutif Indonesia terlibat sebagai responden.

0 komentar:

Posting Komentar