Minggu, 11 Februari 2018

Pria Sebaiknya Hindari Santapan ini

Pria Sebaiknya Hindari Santapan ini

Merokok, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu telah lama diketahui dapat merusak kehidupan seks seseorang. 

Namun, mungkin belum banyak yang menyadari, memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu pun dapat berdampak serupa.

Nah, berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan makanan yang bisa berdampak bagi kesehatan seksual.

1. Makanan tak sehat

"Jantung yang sehat sama dengan kehidupan seks yang sehat," kata Jamin Brahmbhatt, ahli urologi di Orlando Health.

Sama seperti olaharga, seks pun membutuhkan kekuatan, stamina, dan daya tahan.

Jadi secara sederhana dapat dipahami, setiap kebiasaan makan yang tidak baik untuk olahraga, pasti juga buruk bagi kehidupan seks.

Ketika jantung bermasalah—katakanlah, arteri tersumbat—maka aliran darah ke penis pun bisa terhambat, sehingga dapat berakhir dengan disfungsi ereksi.

Lalu, jika kita mengonsumsi makanan tinggi lemak tak sehat, dan menambahkan gula, maka hal itu pun akan memperburuk masalah ini.

"Sudah umum diketahui, pria gemuk memiliki kadar testosteron lebih rendah," ungkap Brahmbhatt.

Kendati demikian, tidak berarti semua orang yang lebih berat memiliki testosteron rendah—hanya berisiko lebih tinggi saat berat badan meningkat.

Lantas, apa yang dapat dilakukan?

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang penuh dengan berbagai makanan padat nutrisi, dan usahakan untuk berolahraga selama 150 menit setiap pekan.

"Apa pun yang membantu menurunkan jumlah lemak di tubuh akan membantu kadar testosteron naik secara alami," kata dia.

"Semakin banyak tubuh melakukan aktivitas fisik dan olahraga, semakin besar kemungkinan akan mendapatkan pengalaman seks yang berkualitas.”

2. Alkohol

Menenggak alkohol mungkin dapat membuat rileks, tapi kalau terlalu banyak akan menjadi masalah.

Semakin banyak alkohol, maka semakin besar risiko terkait kualitas ereksi.  

Brahmbhatt mengatakan, alkohol adalah depresan, sehingga terlalu bayak mengonsumsinya malah bisa mematikan rangsangan seksual.

Brahmbhatt juga mengatakan terlalu banyak minum juga dapat menurunkan testosteron, menaikkan kadar estrogen, yang akhirnya menurunkan libido.

Dampak selanjutnya, mood turun dan sulit mencapai orgasme.

Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, yang tergolong "terlalu banyak minum" adalah menenggak lebih dari empat kali sehari alkohol. atau 14 kali per pekan.

Namun, menurut Gonzalez, tidak ada jumlah alkohol yang 'aman' untuk persoalan ereksi.

Sebab, penelitian menunjukkan, minum terlalu banyak dapat merusak sel di testis secara permanen, yang akhirnya memengaruhi kemampuan untuk memiliki keturunan.

“Saya biasanya mengatakan kepada pasien bahwa semakin banyak mereka minum, semakin sulit bagi mereka untuk mendapatkan seks berkualitas,” ungkap dia.

Gonzales menambahkan, satu minuman mungkin tidak berpengaruh, tapi semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan memengaruhi ereksi.

3. Makanan manis

Jika kita terlalu banyak mengasup gula, kehidupan seks pun akan terdampak.

Pertama, kata Gonzales, makanan dengan kandungan tinggi gula akan berdampak pada kesehatan kardiovaskular, yang akhirnya memengaruhi kesehatan penis.

Gula juga menurunkan libido dengan mengurangi kadar testosteron.

Dalam sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan di Clinical Endocrinology, para peneliti mengukur kadar testosteron pada pria berusia 19-74 tahun setelah mereka makan 75 gram gula, atau setara dua kali asupan harian yang direkomendasikan untuk pria.

Hasilnya, ada penurunan tingkat testosteron rata-rata 25 persen setelah mendapat asupan tersebut.

“Kalau kita makan makanan tinggi gula, dan akan berhubungan seks, kita mungkin akan lebih lelah,” kata Gonzales.

Hal ini terjadi karena gula dapat mematikan neuron yang membantu kita tetap waspada.

Sehingga, akan amat baik jika kita mengasup gula dari sumber alami, seperti buah.

Untuk gula tambahan, American Heart Association merekomendasikan tidak lebih dari 36 gram per hari untuk pria.

4. Makan dalam porsi besar

Terlalu banyak makan juga tidak baik untuk mendapatkan seks berkualitas. Tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, juga membuat tenaga berkurang.

“Kalau terlalu banyak makan, terutama karbohidrat dan gula, kita mungkin akan merasa terlalu lelah untuk melakukan apa pun, kecuali berbaring di sofa atau tidur,"  kata Brahmbhatt.

Selain kelelahan, mengasup olahan karbohidrat seperti roti dan sereal juga dapat dengan cepat meningkatkan gula darah.

Dengan begitu, tubuh mencoba untuk melawan dengan memompa lebih banyak insulin, sehingga membuat kita merasa lebih lelah.

Nah, kalau ingin mendapatkan seks berkualitas, pastikan untuk tidak makan terlalu besar sebelumnya.

5. Vegetarian

Ternyata, pola makan vegetarian disebut dapat mendatangkan konsekuensi yang tidak diinginkan soal kehidupan seks.

Kendati makan lebih banyak sayuran dan buah memiliki manfaat, tapi mengurangi asupan daging sama sekali dapat menimbulkan risiko defisiensi vitamin D, yang merupakan kabar buruk bagi penis.

Gonzales mengatakan, kekurangan vitamin D erat kaitan dengan pasien yang mengalami disfungsi ereksi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan The Journal of Sexual Medicine juga menyebutkan, kekurangan vitamin D memang meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Jika tidak mendapatkan cukup vitamin D, tubuh tidak menghasilkan oksida nitrat yang cukup, senyawa yang dibutuhkan pembuluh darah agar berfungsi dengan baik.

National Institutes of Health merekomendasikan untuk mengasup setidaknya 600 internasional units (IU) vitamin D per hari, namun banyak organisasi menyarankan lebih dari itu.

Untuk kesehatan seksual, kata Gonzales, kebanyakan pasien mungkin harus mengonsumsi 2000-1000 IU vitamin D3 jika mengalami masalah ereksi.

Nah, beruntung tinggal di Indonesia, karena sinar matahari adalah sumber terbaik vitamin D.

Meski vitamin D sulit didapat secara alami melalui makanan, tapi bukan tidak mungkin. Ikan berlemak seperti salmon dan tuna, telur, susu fortifikasi, dan keju adalah pilihan yang bagus. 

0 komentar:

Posting Komentar